trio detektif

Nostalgia Dengan Cerita Detektif Jaman Kecil


Pada masanya cerita-cerita detektif emang pernah digandrungi banget. Apalagi ketika itu ketersediaan internet masih belum merata. Jadinya buku-buku baik itu novel maupun komik jadi sarana buat muasin hasrat akan cerita misteri.

Kisah misteri yang www.kaospolo.co maksud di sini bukan yang penampakan hantu gitu-gitu sih, melainkan kisah sebuah misteri yang harus dipecahkan dengan nalar dan akal sehat ala-ala detektif gitu. Nah buat kamu yang dulu masa kecilnya pernah diabisin dengan ngelahap berbagai cerita misteri, yuk kita nostalgia lagi sama beberapa novel dan komik detektif berikut ini.

Trio Detektif
trio detektif
Judul sebenernya dari novel ini sih Alfred Hitchcock and the Three Investigators, tapi kamu pasti lebih inget sama Trio Detektifnya doang. Wajar sih karena Alfred Hitchcock sendiri emang dipinjem namanya aja sama penerbit bukunya Trio Detektif. Sementara ceritanya berpusat tentang petualangan tiga orang remaja yaitu Jupiter Jones, Peter Crenshaw dan Robert Andrews dalam memecahkan berbagai misteri. Meskipun ketiga remaja ini markasnya tersembunyi di antara tumpukan barang-barang bekas milik keluarganya Jupiter, tapi mereka beneran bekerja secara profesional dalam menerima job yang dikasih sama klien mereka. Paling epic sih kartu nama mereka yang dikasih tiga tanda tanya gitu, kamu masih inget gak apa artinya tiga tanda tanya itu?

Lima Sekawan
5 sekawan
Kalau serial Trio Detektif itu untuk pembaca yang udah beranjak gede, penggemar cerita misteri yang masih dedek-dedek punya Lima Sekawan yang lebih sesuai sama umur mereka. Karena para tokoh utamanya masih berusia belasan dan petualangan mereka gak seekstrim Trio Detektif. Meskipun begitu apa yang dialami sama George, Julian, Anne, Dickdan Timmy gak bisa dianggap remeh juga sih. Mereka berhasil mecahin berbagai misteri yang mungkin kalo kamu yang ngalamin kamu udah nyerah duluan.

The Hardy Boys
the hardy boys
The Hardy Boys yang sedang dibahas ini bukanMatt dan Jeff Hardy yang ada di SmackDown, melainkan duo penyelidik Frankama Joe Hardy bikinannya Edward Stratemeyer. Lah terus kenapa nama pengarang yang ada di sampul depan bukunyaFranklin W. Dixon? Itu karena penerbitnya pake jasa ghostwriters selama bertahun-tahun. Nah buat kamu yang belum tau, ghostwriters itu adalah penulis-penulis yang namanya gak dicantumin dalam karyanya. Atau mungkin namanya malah ditindih pake nama orang lain sesuai kesepakatan. Artinya ghostwriters cuma bikin karya dan disetorin ke yang pesen tanpa diakui kalo yang nulis adalah si ghostwriters itu tadi. Sementara Franklin W. Dixon sendiri adalah nama fiktif yang dipake sama si penerbitnya buat gantiin nama-nama para ghostwritersnya. Karena yang nulis ganti-ganti, tastenya The Hardy Boys sering berubah-ubah. Tapi kebanyakan lebih menantang dan berbahaya daripada aksinya Trio Detektif dan Lima Sekawan.

Sherlock Holmes
sherlock holmes
Kabarnya kisah Sherlock Holmes yang dibikin sama Sir Arthur Conan Doyle ini adalah dedengkotnya cerita-cerita detektif yang menginspirasi banyak penulis lainnya buat bikin novel bertema serupa. Buku pertama kalinya Sherlock Holmes aja terbit pertama kali pada tahun 1887 dengan judul A Study in Scarlet, yang rasanya bikin kamu jadi merasa baru anak kemarin sore. Gaya cerita Sherlock Holmes yang gak kebanyakan basa-basi dan mendekati realita itulah yang bikin penggemarnya setia sampe sekarang. Apalagi dengan style rada slengean dan suka ngemut pipa cangklongnya, sepertinya belum ada deh yang bisa ngalahin pesona seorang Sherlock Holmes.

Hercule Poirot
hercule poirot
Sebenernya ada banyak banget buku-buku misteri dan kriminal yang udah dihasilin samaAgatha Christie, tapi kali ini www.kaospolo.co lebih tertarik buat bahas Hercule Poirotnya aja. Secara Hercule Poirot itu kayak semacam antitesis dari Sherlock Holmes gitu. Holmes rada urakan, Poirot orangnya rapian. Holmes sering mikir pake nalar dan logika, Poirot lebih make pendekatan psikologis. Bahkan dalam beberapa kesempatan emang kayaknya tingkah dari Hercule Poirot ini dibikin buat nyindir Sherlock Holmes gitu. Buat yang gak suka sama Sherlock Holmes jadi ada alternatifnya deh.

Petualangan Tintin
petualangan tintin
Mungkin ada orang yang terlalu lelah buat baca novel yang isinya tulisan mulu, makanya MBDC juga akan ngebahas tentang cerita detektif yang disajiin dalam bentuk komik. Dimulai dari kisahnya Tintin si wartawan dari Belgia yang dalam setiap petualangannya selalu didampingi sama anjingnya Milo. Banyak banget karakter ikonis dari komiknya Tintin seperti Profesor Lakmus, Kapten Haddock, dan Dupont ama Dupond yang lebih mirip Charlie Chaplin. Selain jambulnya yang sempet jadi tren, Tintin juga pernah nyasar di Indonesia dalam komiknya yang berjudul Penerbangan 714. Coba cari-cari lagi deh komiknya, siapa tau ketemu.

Detektif Conan
detective conan
Pada masa modern kayaknya bisa dibilang komiknya Detektif Conan ini yang paling sukses besar. Entah karena ceritanya ringan dan gampang dicerna atau visualisasinya Conan yang gemesin, yang jelas ketika ada Conan ada di situ pasti ada yang meninggal. Kalau Tintin udah pernah mampir ke Indonesia, sepertinya Conan gak perlu lah ya dibikinin scene dengan latar Indonesia. Ya daripada kenapa-kenapa juga kan. Hehehehe. Btw kalau dengan menciut bisa bikin Conan bebas deketin cewek secantik Ran, kamu mau gak kalau punya kamu diciutin? Eh.

Detektif Kindaichi
kindaichi
Sebenernya jauh sebelum Conan dikenal luas, udah ada komik detektif lain yang juga berasal dari Jepang. Cuma sayangnya kisah Detektif Kindaichi banyak dibalut sama humor-humor pervert yang bikin penggemarnya datang dari kalangan terbatas aja. Padahal Kindaichi Hajime sendiri merupakan detektif SMA dengan tingkat intelejensia tinggi. Tapi kalo kamu pengen nyimak cerita detektif dengan kemasan yang berbeda, coba deh cari komiknya Kindaichi.

Dan Detective School
dan detective school
Di antara kisah para detektif yang udah MBDC sebutin, Dan Detective School (DDS) merupakan yang paling gres karena baru dikeluarin kisaran awal 2000an. Seperti judulnya DDS merupakan akademi detektif di Jepang yang berhasil ngumpulin lima orang anak berbakat dalam kelas Q alias Qualified. Lima orang itu punya kemampuan berbeda kayak ingatan tajem, jago IT, jago berantem, pinter matematika dan kemampuan analisis yang mumpuni. Mereka saling melengkapi buat mecahin sebuah kasus yang kadang kasusnya merupakan ujian dari sekolah mereka sendiri. Artnya sendiri digarap samaFumiya Sato yang udah pengalaman sebagai ilustratornya Detektif Kindaichi. Kalau dikasih nilai 9 dari 10 lah.

Gimana, ada berapa nih komik dan novel detektif yang barusan dibahas yang dulu pernah kamu baca? Terus dari semuanya ini favorit kamu yang mana? Coba deh kamu bahas di kolom komentar, siapa tau ada yang samaan ama kamu.